Home Nasional Politik Pendidikan Ekonomi Olahraga Kesehatan Hiburan Hukum

Ledakan Diduga Bahan Kimia Terjadi di PT LG Electronics Indonesia, Rumah Warga Cirarab Rusak

Bangun
Redaktur • Jumat, 09 Okt 2026 - 20.31
Bagikan:
350 Dibaca
Ledakan Diduga Bahan Kimia Terjadi di PT LG Electronics Indonesia, Rumah Warga Cirarab Rusak


TANGERANG.Jurnal-ankol.id,||  – Ledakan diduga terjadi di area perusahaan PT LG Electronics Indonesia yang berada di wilayah RT 02/RW 02, Desa Cirarab, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa tersebut dilaporkan menimbulkan getaran cukup kuat hingga menyebabkan kerusakan pada salah satu rumah warga yang berada di sekitar lokasi perusahaan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Salah seorang warga yang rumahnya terdampak, Jojon, mengatakan dirinya sedang duduk di rumah ketika mendengar beberapa kali suara dentuman sebelum akhirnya terjadi ledakan yang lebih keras. “Saya sedang duduk sekitar jam sembilan lewat. Saya dengar ada suara dentuman kecil dua kali. Pas yang ketiga kali baru terjadi ledakan kencang,” ujar Jojon.

Menurut Jojon, setelah mendengar ledakan keras, dirinya langsung berlari ke bagian belakang rumah karena mengetahui orang tuanya berada di sana. Saat itu, kondisi di sekitar rumah disebut sudah dipenuhi asap dan bau menyengat. Ia bersyukur orang tuanya tidak mengalami cedera akibat kejadian tersebut.

Jojon menyebut jarak antara mesin di area perusahaan dengan rumahnya diperkirakan hanya sekitar lima meter. Ia juga mengaku sebelumnya tidak mengetahui adanya pemasangan gas atau instalasi tertentu di sekitar lokasi perusahaan karena tidak ada pemberitahuan kepada warga.

“Kami sebelumnya tidak tahu karena memang tidak ada pemberitahuan ke warga untuk memberi tahu bahwa di situ akan dipasang gas,” katanya. Warga juga menyampaikan bahwa kerusakan rumah akibat getaran ledakan diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Selain kerugian material, Jojon mengaku kejadian tersebut juga berdampak terhadap kondisi psikologis keluarganya.

Warga menduga ledakan berkaitan dengan bahan kimia MDI (methylene diphenyl diisocyanate) yang digunakan dalam proses industri. Dugaan tersebut, menurut warga, muncul karena ditemukan material yang diduga berkaitan dengan MDI di sekitar lokasi setelah kejadian. Namun, penyebab pasti ledakan hingga kini belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan serta penyelidikan dari pihak berwenang dan instansi teknis terkait.

Jojon berharap pihak perusahaan segera melakukan tindak lanjut terhadap kejadian tersebut, termasuk memastikan kondisi instalasi dan sistem keselamatan perusahaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. “Saya berharap perusahaan menindaklanjuti perihal ledakan ini demi keamanan dan kenyamanan. Untuk ke depannya supaya tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Ia juga meminta adanya komunikasi yang lebih baik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, selama ini warga telah beberapa kali menyampaikan keluhan, namun belum mendapatkan tanggapan yang diharapkan. “Semoga ke depannya ada komunikasi antara perusahaan dan masyarakat. Kalau kita komplain, selama ini selalu tidak ditanggapi. Mudah-mudahan keluhan warga yang berdekatan dengan perusahaan bisa ditanggapi,” tuturnya.

Kepala Seksi Bina  Hukum pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Sandi Nugraha, turut menanggapi insiden tersebut. Saat dihubungi wartawan melalui pesan elektronik, Sandi mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke perusahaan untuk memastikan sumber serta aktivitas yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

“Kita akan melakukan pengecekan ke PT LG untuk memastikan sumber ledakan tersebut berasal dari aktivitas atau kegiatan apa?” ujar Sandi. Pengecekan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber ledakan, termasuk memastikan apakah kejadian berkaitan dengan aktivitas operasional, instalasi tertentu, maupun bahan yang digunakan dalam kegiatan perusahaan.

Dalam upaya memperoleh klarifikasi, awak media kemudian mendatangi PT LG Electronics Indonesia untuk meminta keterangan terkait insiden tersebut. Saat berada di lokasi, awak media bertemu dengan salah satu manajemen ia tidak memberikan penjelasan mengenai kejadian ledakan maupun dugaan bahan atau instalasi yang terlibat.

Dalam pertemuan tersebut, manageman disebut menawarkan uang untuk kebutuhan “rokok dan kopi”. Awak media kemudian menegaskan bahwa kedatangan tersebut bukan untuk meminta uang, melainkan semata-mata untuk melakukan konfirmasi jurnalistik terkait insiden ledakan yang terjadi.

Awak media tetap meminta agar pihak perusahaan memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi kejadian, dugaan penyebab ledakan, kondisi instalasi di sekitar lokasi, serta langkah penanganan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan.

Sebelumnya, pihak manajemen PT LG Electronics Indonesia, Hendra, yang berada di lokasi saat kejadian, juga disebut belum memberikan keterangan kepada awak media terkait insiden tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak PT LG Electronics Indonesia mengenai penyebab ledakan, jenis instalasi atau bahan yang diduga terlibat, serta langkah penanganan terhadap kerusakan rumah warga.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian, tingkat kerusakan, serta aspek keselamatan lingkungan dan masyarakat di sekitar kawasan perusahaan.

***Luky,Jurnal-ankol,id***

Penilaian Pembaca
5.0
4 pembaca memberi penilaian

Bagaimana menurut Anda?
Terima kasih atas penilaian Anda
Lihat Semua Berita
Ad Space Available Pasang iklan Anda di sini
Ad Space Available Pasang iklan Anda di sini
Ad Space Available Pasang iklan Anda di sini
Berhasil
Rating berhasil dikirim.